• Home
  • Economics
  • Social
    • Facebook
    • Instagram
  • Gallery
  • Pearl of Life
  • Wisdom
  • Contact Us

Goresan Tinta Zadid

“Demi masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi”

            Waktu memang terus berjalan, tetapi manusia hanya bisa berusaha maksimal menjaga produktifitasnya lebih baik dari waktu ke waktu. Menjaga nafas semangat memang tidak mudah di tengah maraton yang panjang. Terutama dalam menjalani sebuah project yang memiliki step panjang untuk mengejar waktu. Guru olah raga SMA saya menasehati saya agar tidak pernah menjadikan orang sebagai acuan kecepatan dalam berlari, tetapi berlarilah untuk mengejar waktu karena itu adalah hal yang paling sulit bagi seorang pelari.

            Well, tulisan kali ini saya ingin curhat tentang skripsi saya yang terbilang terlambat. Waktu sudah menunjukkan setengah semester saya mengerjakan skripsi ini. Meski sebenarnya saya telah mengajukan pra-proposal sejak bulan Juni, skripsi saya sempat tertunda sebulan untuk mengakhiri masa amanah di organisasi FoSSEI. Bagi saya mengerjakan skripsi harus selesai dengan cepat, sebab skripsi bagaikan sebuah tebing besar di balik indahnya peradaban yang sebenarnya. Kontribusi yang sebenarnya baru dimulai disana, untuk membantu menyebarkan kebaikan.

“Pursuing someone is difficult, but chasing time is more difficult” (My Sport Teacher)

            Paling tidak gambaran di atas adalah satu alasan kuat mengapa harus mengerjakan skripsi, karena hal yang paling sulit bagi manusia adalah keluar dari kebiasaan. Kebiasaan pekerjaan yang practical di organisasi dengan tingkat mobilitas yang tinggi, sekarang imajinasi sayalah yang harus memiliki mobilitas yang tinggi dengan keberadaan fisik yang membosankan. Kebiasaan untuk menjaga nafas semangat di tengah stagnasi lingkungan karena tidak ada mobilitas.

            Pada dasarnya skripsi memerlukan keistiqomahan dalam mengerjakannya. Inilah kunci menjaga nafas semangat dalam mengerjakannya. Sekali berhenti, maka akan sulit untuk memulainya kembali. Maka tidak ada alasan untuk menggunakan sisa waktu keseharian saya dalam mengerjakan skripsi agar terus produktif menjadikan insan yang lebih baik dari waktu ke waktu.

“Small diciplines repeated with consistency every day lead to great achievements gained slowly over time” (Jhon C. Maxwell)

            Sungguh ironisnya jika kita melihat orang-orang yang seumur kita yang telah memiliki kontribusi besar disana sedangkan kita masih menggunakan sisa waktu dari skripsi untuk bermain-main tanpa ada peningkatan skill. Saya masih ingat dengan cerita seorang dosen ilmu ekonomi FEB Unpad di salah satu hotel tertinggi di Bandung saat itu. Saat beliau mengadakan pelatihan bagi dosen-dosen ilmu ekonomi dengan mengadakan pelatihan bagi para aktivis FoSSEI memiliki perbedaan semangat yang sangat mencolok. “Para aktivis ini diberikan pelatihan kajian mulai seusai sholat subuh hingga hampir pukul 00.00 masih ketagihan untuk diskusi” katanya. “Mungkin mereka sadar apa yang mereka perjuangkan” tambahnya. Kata-kata itu seolah menjadi cadangan bahan bakar yang menjaga stabilitas semangat. Sungguh kita akan menjadi penghianat saat banyak orang-orang mengharapkan kebangkitan umat ini di tangan kita jika kita tidak bisa menunaikannya.


“Whoever fears Allah, Allah will find a way out for him (from every difficulty) and He will provide for him from sources that he could never have imaged” (Quran 65: 2-3)
Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)
             
  Ekspansi kolonialisme barat dan kekalahan Turki dalam perang dunia pertama menandai runtuhnya sistem Islam yang menjadi acuan ilmu pengetahuan dunia. Pada saat itu sistem pendidikan yang ada menjadi memisahkan antara pendidikan agama dan pendidikan pengetahuan umum. Adapun pendidikan Islam seperti pesantren menjadi pendidikan yang tidak resmi dan tidak diakui negara.

                Perjuangan sistem pendidikan Islam mulai diinisiasi oleh ilmuan-ilmuan muslim Amerika pada tahun 1960-an. Mereka mulai bersatu untuk membentuk gerakan Islamisasi ilmu pengetahuan. Islamisasi ilmu pengetahuan itu sendiri bertujuan untuk menciptakan iklim religi dan moralitas yang tinggi di setiap aktivitas manusia.

                Gerakan Islamisasi ilmu pengetahuan semakin diperkuat dengan penyelenggaraan sebuah konferensi di Jeddah, Saudi Arabia tahun 1977. Konferensi ini dihadiri oleh 313 cendekiawan dari seluruh dunia. Secara khusus, konferensi ini merumuskan tujuan pendidikan yaitu menciptakan insan religius dan unggul. Konferensi ini juga bertujuan membongkar sekat-sekat dalam agama Islam agar bersatu dan membongkar sekularisme pendidikan. Salah satu kampus yang berhasil didirikan berdasarkan hasil konferensi itu adalah International Islamic University Malaysia dan International Islamic University Islamabad.

                Perjuangan Islamisasi pengetahuan ini juga dilakukan melalui penggabungan multidisplin ilmu. Penggabungan multidisiplin ilmu yang dimaksud adalah penguatan konstruksi ilmu modern melalui fundamental Islam. Penerapan konsep ini dapat dilihat dari dua kampus hasil konferensi di Jeddah. Dalam perkembangannya, penerapan ini juga dilakukan di Indonesia, seperti STEI Tazkia, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, dan universitas negeri Islam lainnya. Konsep rekonstruksi ilmu modern ini pada dasarnya adalah dengan menguatkan dua hal. Pertama adalah penguatan bahasa Arab dan kedua adalah menguatkan hafalan Al Qur’an dan hadits. Kampus Islam memberikan porsi yang lebih besar dalam penguatan pengetahuan Islam. Mereka melakukannya dengan memasukkan materi turunan Al Qur’an dan hadits seperti Ushuludin, Syariat, dan Muamalat dan dikombinasikannya dengan ilmu modern yang ada seperti matematika, fisika, ekonomi, politik, dan sebagainya.

                Apabila saat ini dikatakan bahwa spesialisasi ilmu adalah penting, maka bukan berarti meninggalkan konsep sosial dan agama sama sekali. Bagaimanapun IQ, EQ, dan SQ harus seimbang. Ada batas minimal penguasaan tiga elemen tersebut. Islam menyediakan pengetahuan berlandaskan moral yang khas seakan mewajibkan setiap umatnya menguasai fundamental agama terlebih dahulu. Fakta yang ada justru penguasaan fundamental Islam yang baik akan mendorong pengembangan ilmu yang ada. Banyak ilmuan seperti Ibn Khaldun, Ibn Sina, Ibn Rusyd dan ilmuan Islam lainnya yang memiliki ketajaman keilmuan. Mereka justru menjadi rujukan teori-teori modern saat ini meski barat saat ini telah menghilangkan konsep keislamannya, bahkan penemunya.


                Gaya hidup Islami di akhir abad 20 ini berkembang sangat cepat. Industri muslim sektor keuangan, makanan, hiburan, dan fesyen menjadi lahan yang menarik untuk mengembangkan Islam sekaligus meraup profit. Oleh karena itu pendidikan saat ini mau tidak mau harus mengadopsi pengetahuan Islam sehingga lulusannya mampu bertahan di tengah derasnya arus persaingan global.
Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)
Merdeka – freedom – Independence day – Futuhat

Sebuah kata-kata yang mirip dengan kenyataan yang ada. Tetapi saya tidak tertarik sama sekali membahas tentang kemerdekaan suatu negara. Sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada negara yang abadi hingga sekarang, tidak ada suku, ras atau sekat-sekat yang manusia ciptakan itu sendiri yang abadi. Eksistensi kemanusiaan hanya ada hingga dunia ini kiamat. Paling tidak selama jasad masih di dunia

Saya suka memulai pembahasan ini dari sisi yang paling idologis dan paling mistis yang bernama Agama. Kemudian satu-satunya agama yang saya percayai adalah Islam. Saya tidak membahas panjang lebar tentang kebenaran Islam, tetapi saya tertarik dengan cerita yang menceritakan tentang kemerdekaan Islam.

Kemerdekaan yang identik dengan kata kebebasan harus dikaitkan dengan pembebasan itu sendiri. Hal ini karena kemerdekaan ada setelah pemerdekaan, begitupula kebebasan ada setelah pembebasan.
Suatu hari ketika Sa’ad bin abi waqash ditanya oleh Rustum sang panglima perang Persia tentang alasan ia datang ke negeri Persia. Sa’ad bin abi waqash menjawab, “Kami adalah kaum yang dibangkitkan oleh Allah untuk membebaskan manusia dari penghambaan kepada makhluk menuju penghambaan kepada khaliqnya semata, membebaskan manusia dari sempitnya dunia menuju keluasan akhirat, dan membebaskan manusia dari kedzaliman agama-agama menuju keadilan Islam.” Mughirah bin syu’bah komandan lapangan dari pembebasan Persia ini ditanya Rustum jawabannya sama. Kemudian Rustum mengecek pasukan yang paling kroco dari pembebasan ini, Ribbi bin Amir, jawabannya sama. Hal ini membuat Rustum takut dan gemetar melihat kesolidan pasukan Sa’ad bin abi waqash ini. Menurut Rustum apabila dari panglima tertinggi hingga pasukan yang paling kroco memiliki visi-misi yang sama maka inilah pasukan yang tidak dapat dikalahkan. Selama ini hanya ada pasukan bertahan yang memiliki visi misi sama, yaitu negara palestina. Mulai dari Ismail Haniyeh hingga tukang sapu di Universitas Gaza memiliki visi misi kenegaraan yang sama. Mungkin inilah calon negeri yang tak terkalahkan. Akhirnya Rustum setelah mengetahui kondisi pasukan Sa’ad bin Abi Waqas ini membagi 300.000 tentaranya untuk menyerang dan melindungi istana kisra hanya bertujuan menahan pasukan Sa’ad bin Abi Waqash yang berjumlah 30.000 orang.

Setelah futuhat ini dilakukan dibelahan bumi arab terbuktilah bahwa konsep futuhat yang dipegang oleh Islam ketika diaplikasikan kemanapun akan memiliki dampak positif bagi masyarakatnya. Nilai futuhat ini sering diterjemahkan dengan indah oleh para sahabat, tetapi pernah juga salah terjemah oleh beberapa generasi berikutnya. NIlai futuhat ini pernah salah diterjemahkan saat menaklukkan kota Andalusia. Islam menguasai Andalusia 800 tahun, dari tahun 700 hingga 1490. Namun yang terjadi disana adalah para rajanya berlomba memperbudak rakyat kulit putih dan rambut pirang dan membangun bangunan yang megah denga tenaga mereka kemudian menyelenggarakan pesta dimana ada kolam diisi khamr dan menyuruh gadis-gadis budak yang telanjang disuruh mandi di dalamnya kemudian para tamu meminum khamr dari kolam itu. Cerita itu diungkap dalam buku Ahmad Thompson, Islam in Andalusia. Oleh sebab itu ketika Aragon dan Castilia menyerang Islam yang di Andalusia seperti menghapus citra baik Islamd dari Andalusia selama-lamanya.

Pengalaman kesalahan Islam kedua juga pernah terjadi di Mughal. Saat itu Islam memerintah India selama 400 tahun. Bahkan saat itu kekuasaan Islam telah menguasai ¾ benua. Satu hal yang disesali karena baru satu yang sadar, yaitu anak Sultan yang bernama Aurangzeb. Saat itu Aurangzeb menangis setelah memenjarakan ayahnya sendiri. Penyesalan itu ternyata dari terlalu cintanya sang ayah kepada seorang wanita yang kemudian mengorbankan kas negara tiga tahun sehingga tidak mampu memberikan pemenuhan kebutuhan mendasar rakyatnya dan 30.000 budak mati hanya untuk Taj Mahal. Saat ini kaum muslim yang tersisa di India hanya 10% saja dari seluruh penduduknya.

Seharusnya sekarang kita bersyukur bahwa proses masuknya Islam kedalam nusantara ini dengan jalur damai dan benar. Begitupun para wali songo dalam mengaplikasikan keislaman dan menjaga penduduk dari serangan penjajah. Pageran Diponegoro yang menguras kas Belanda hanya untuk mempertahankan hak-hak para pribumi saat itulah cahaya menyinari masyarakat Indonesia.

Namun apakah saat ini panji-panji sang pangeran Sa’ad bin Abi Waqash masih dipegang oleh pasukan Indonesia. Tentu tidak karena Indonesia memiliki ideology sendiri. Tetapi kita tidak mampu mengelak kepada fakta bahwa negara tidak akan abadi. Buktinya adalah ketika globalisasi telah digaungkan dunia, saat Anda pergi ke luar negeri, kekeluargaan sudah tidak terbingkai dari suatu alasan asal negara tetapi lebih dari itu, yaitu kesamaan ideology. Tidak perlu kita hiraukan ideology buatan manusia tetapi landaskan di tiap hati para pembaca yang budiman kalimat tauhid sehingga ketika masuk dalam ideology buatan manusia memiliki batas-batas yang ada. Ketika hidup dalam ideology liberalis mampu menjaga harga diri. Ketika hidup dalam ideology kapitalis masih mampu menjaga kasih sayang yang tak terbutakan oleh materi. Hiduplah se-ideal mungkin, tak condong ke kanan atau kiri tetapi masuk dalam keindahan cahaya cinta Islam, suatu komitmen yang patut kita pegang, yang mendinginkan hati ketika gelisah, yang menguatkan asa ketika gagal, dan yang menjelaskan ketika keraguan menghampiri. Yuk satukan visi misi sesuai kaidah syahadat..

#RK4INDO70

Merdeka!
Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)
Newer Posts Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

Khoirul Zadid Taqwa LINE: zadidtaqwa zadidtaqwa@gmail.com

LATEST POSTS

  • Peluang, Tantangan MEA 2015
    Sebelumnya apa sih MEA itu? MEA adalah kepanjangan dari Masyarakat Ekonomi Asean. Ini merupakan suatu kesepakatan sebagai bentuk pengua...
  • KEUNGGULAN PERBANKAN SYARIAH SEBAGAI SOLUSI YANG MENGUNTUNGKAN UNTUK PERMASALAHAN EKONOMI
    KEUNGGULAN PERBANKAN SYARIAH SEBAGAI SOLUSI YANG MENGUNTUNGKAN UNTUK PERMASALAHAN EKONOMI INDONESIA Bismillahirrahmanirrahim Kem...
  • Prospek, Pasar, dan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Ekonomi Islam
    Prospek, Pasar, dan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Ekonomi Islam   Untuk Anda yang baru memasuki dunia ekonomi Islam mungk...
  • Hubungan Marginal Cost (MC) dan Kurva Penawaran
    Hubungan Marginal Cost (MC) dan Kurva Penawaran             Pada jangka pendek, perusahaan akan memaksimalkan labanya dengan memili...
  • Apa sih Deliberate Practice ( gue singkat DP) ?
    Great performance is more valuable than ever — but where does it really come from? -Geoff Colvin- Kali ini gw bakal ngenalin konsep belajar ...
  • Lahirnya Perusahaan Multinasional dan Pasar Modal Pertama di Dunia
            Gambar:  pasar modal amsterdam  Ya, perusahaan yang saya maksud di atas adalah bernama Verenigde Oostindische Compagnie ...
  • Upah Buruh dalam Perspektif Islam
    Intinya curhatanku pas ngerjain study case ... ini Videonya Upah Buruh, Sebuah Telaah dalam Perspektif Syariah Bismillahirrahmani...
  • Kebijakan Ekonomi Pemerintah Pascadepresiasi Rupiah 10 %
    Terdepresiasinya rupiah hingga 10% telah terjadi pada Hari Kamis 22 Agustus 2013. Hal ini mengakibatkan harga dasar untuk 1 US Dollar s...
  • Ramadhan Mencegah Efek Buruk Kejahatan Laten
    Beberapa hari yang lalu sebuah ledakan bom telah menghantam kota Manchaster dalam konser Ariana Grande. Bom tersebut mengakibatkan seti...
  • Belajarku : Cara Belajar Versi Gue
    Maaf aku ngga jelasin gambar disamping karena itulah teorinya, tetapi tulisan ini cenderung bercerita seputar pengalamanku. Well, aku y...

Categories

  • Economics
  • Islamic
  • Islamic Economics
  • Others

Advertisement

Research | Travelling |Video Editting | Video Maker
Powered by Blogger.

Labels

  • Economics ( 23 )
  • Islamic ( 2 )
  • Islamic Economics ( 9 )
  • Others ( 23 )

Ads

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Copyright © 2016 Goresan Tinta Zadid. Designed by OddThemes & Blogger Templates