• Home
  • Economics
  • Social
    • Facebook
    • Instagram
  • Gallery
  • Pearl of Life
  • Wisdom
  • Contact Us

Goresan Tinta Zadid


Peristiwa aksi bela Islam menurut saya adalah aksi heroik terhebat yang pernah saya rasakan. Bagaimana tidak, sekitar belasan aksi yang pernah saya ikuti hanya aksi ini yang tidak merusak fasilitas umum, saling berbagi, dan berjalan sangat khusyu’

Tulisan saya kali ini tidak ingin menambah kebisingan media yang sudah ada, namun mencoba menemukan secercah hikmah untuk perbaikan diri yang masih belia ini  karena sungguh besar sekali energi yang dihabiskan untuk aksi ini. Maka setidaknya umat muslim Indonesia harus belajar dari pengalaman yang ada. Karena jika kita gagal memahami fenomena ini, sungguh kerugian yang sangat besar sekali bagi kita.

Dibutuhkan kemampuan yang cukup bagi seseorang untuk berubah menjadi lebih baik. Jika makanan gorengan harus merasakan panasnya wajan agar menjadi matang, pop corn harus meledakkan dirinya untuk menjadi siap santap, maka dari itu dibutuhkan energi yang besar dan kesiapan mental untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik. Mental ini saya sebut dengan learning mental.

Perubahan dimulai saat kita memiliki indra self awareness yang besar terhadap lingkungan. Mental seorang agen perubahan selalu menginginkan kehidupan yang lebih baik dari waktu ke waktu. Stagnasi lingkungan bukanlah bahasa seorang agen perubahan. Apalagi jika ada masalah, dia akan mengambil start terlebih dahulu untuk membereskan masalah yang ada.

“Awareness allows us get outside of our mind and observe it in Action” -Dan Brule-

Setelah pondasi self awareness kokoh, maka penting bagi kita untuk bersikap open mind. Membuka pikiran terhadap kritik yang ada bagi diri kita. Sikap ini lebih terkenal sebagai self acceptance dalam menerima diri ini apa adanya. Looking instead terhadap apa yang terjadi pada diri ini. Apakah ada yang salah, atau buruk dalam diri ini. Terkadang menemukan kesalahan diri ini mudah, tetapi mengakuinya sulit. Inilah sumber masalah dari perbaikan diri. Saat dosa terasa nikmat, saat kesalahan menjadi kebiasaan, inilah kesesatan yang sebenarnya. Pengakuan kesalahan bukanlah simbol kelemahan, tetapi sikap kedewasaan sikap.

“Admiting your mistakes is not a sign of weakness but a sign of maturity”

Setelah fundamental learning mental di atas telah dikuasai, maka langkah terakhir adalah self improvement. Dibutuhkan agenda yang terencana dengan baik dalam menerapkan perubahan. Kesalahan dalam perencanaan sama dengan merencanakan kesalahan. Kesempurnaan dalam aksi adalah penting, namun aksi yang baik adalah aksi yang mampu terlaksana.

Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Itulah kata-kata yang sulit dari Rasulullah untuk kita. Jika hari ini sama dengan hari kemarin adalah kerugian, maka kita perlu belajar tentang istiqomah. Cara yang paling mudah dalam menjaga sikap istiqomah adalah melalui pergaulan yang baik. Pergaulan yang baik dapat dibentuk melalui sahabat-sahabat yang soleh, saling menasihati, dan dermawan.
“The first step toward change is awareness. The second step is acceptance” –Nathaniel Branden
Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)
“Demi masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi”

            Waktu memang terus berjalan, tetapi manusia hanya bisa berusaha maksimal menjaga produktifitasnya lebih baik dari waktu ke waktu. Menjaga nafas semangat memang tidak mudah di tengah maraton yang panjang. Terutama dalam menjalani sebuah project yang memiliki step panjang untuk mengejar waktu. Guru olah raga SMA saya menasehati saya agar tidak pernah menjadikan orang sebagai acuan kecepatan dalam berlari, tetapi berlarilah untuk mengejar waktu karena itu adalah hal yang paling sulit bagi seorang pelari.

            Well, tulisan kali ini saya ingin curhat tentang skripsi saya yang terbilang terlambat. Waktu sudah menunjukkan setengah semester saya mengerjakan skripsi ini. Meski sebenarnya saya telah mengajukan pra-proposal sejak bulan Juni, skripsi saya sempat tertunda sebulan untuk mengakhiri masa amanah di organisasi FoSSEI. Bagi saya mengerjakan skripsi harus selesai dengan cepat, sebab skripsi bagaikan sebuah tebing besar di balik indahnya peradaban yang sebenarnya. Kontribusi yang sebenarnya baru dimulai disana, untuk membantu menyebarkan kebaikan.

“Pursuing someone is difficult, but chasing time is more difficult” (My Sport Teacher)

            Paling tidak gambaran di atas adalah satu alasan kuat mengapa harus mengerjakan skripsi, karena hal yang paling sulit bagi manusia adalah keluar dari kebiasaan. Kebiasaan pekerjaan yang practical di organisasi dengan tingkat mobilitas yang tinggi, sekarang imajinasi sayalah yang harus memiliki mobilitas yang tinggi dengan keberadaan fisik yang membosankan. Kebiasaan untuk menjaga nafas semangat di tengah stagnasi lingkungan karena tidak ada mobilitas.

            Pada dasarnya skripsi memerlukan keistiqomahan dalam mengerjakannya. Inilah kunci menjaga nafas semangat dalam mengerjakannya. Sekali berhenti, maka akan sulit untuk memulainya kembali. Maka tidak ada alasan untuk menggunakan sisa waktu keseharian saya dalam mengerjakan skripsi agar terus produktif menjadikan insan yang lebih baik dari waktu ke waktu.

“Small diciplines repeated with consistency every day lead to great achievements gained slowly over time” (Jhon C. Maxwell)

            Sungguh ironisnya jika kita melihat orang-orang yang seumur kita yang telah memiliki kontribusi besar disana sedangkan kita masih menggunakan sisa waktu dari skripsi untuk bermain-main tanpa ada peningkatan skill. Saya masih ingat dengan cerita seorang dosen ilmu ekonomi FEB Unpad di salah satu hotel tertinggi di Bandung saat itu. Saat beliau mengadakan pelatihan bagi dosen-dosen ilmu ekonomi dengan mengadakan pelatihan bagi para aktivis FoSSEI memiliki perbedaan semangat yang sangat mencolok. “Para aktivis ini diberikan pelatihan kajian mulai seusai sholat subuh hingga hampir pukul 00.00 masih ketagihan untuk diskusi” katanya. “Mungkin mereka sadar apa yang mereka perjuangkan” tambahnya. Kata-kata itu seolah menjadi cadangan bahan bakar yang menjaga stabilitas semangat. Sungguh kita akan menjadi penghianat saat banyak orang-orang mengharapkan kebangkitan umat ini di tangan kita jika kita tidak bisa menunaikannya.


“Whoever fears Allah, Allah will find a way out for him (from every difficulty) and He will provide for him from sources that he could never have imaged” (Quran 65: 2-3)
Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)
             
  Ekspansi kolonialisme barat dan kekalahan Turki dalam perang dunia pertama menandai runtuhnya sistem Islam yang menjadi acuan ilmu pengetahuan dunia. Pada saat itu sistem pendidikan yang ada menjadi memisahkan antara pendidikan agama dan pendidikan pengetahuan umum. Adapun pendidikan Islam seperti pesantren menjadi pendidikan yang tidak resmi dan tidak diakui negara.

                Perjuangan sistem pendidikan Islam mulai diinisiasi oleh ilmuan-ilmuan muslim Amerika pada tahun 1960-an. Mereka mulai bersatu untuk membentuk gerakan Islamisasi ilmu pengetahuan. Islamisasi ilmu pengetahuan itu sendiri bertujuan untuk menciptakan iklim religi dan moralitas yang tinggi di setiap aktivitas manusia.

                Gerakan Islamisasi ilmu pengetahuan semakin diperkuat dengan penyelenggaraan sebuah konferensi di Jeddah, Saudi Arabia tahun 1977. Konferensi ini dihadiri oleh 313 cendekiawan dari seluruh dunia. Secara khusus, konferensi ini merumuskan tujuan pendidikan yaitu menciptakan insan religius dan unggul. Konferensi ini juga bertujuan membongkar sekat-sekat dalam agama Islam agar bersatu dan membongkar sekularisme pendidikan. Salah satu kampus yang berhasil didirikan berdasarkan hasil konferensi itu adalah International Islamic University Malaysia dan International Islamic University Islamabad.

                Perjuangan Islamisasi pengetahuan ini juga dilakukan melalui penggabungan multidisplin ilmu. Penggabungan multidisiplin ilmu yang dimaksud adalah penguatan konstruksi ilmu modern melalui fundamental Islam. Penerapan konsep ini dapat dilihat dari dua kampus hasil konferensi di Jeddah. Dalam perkembangannya, penerapan ini juga dilakukan di Indonesia, seperti STEI Tazkia, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, dan universitas negeri Islam lainnya. Konsep rekonstruksi ilmu modern ini pada dasarnya adalah dengan menguatkan dua hal. Pertama adalah penguatan bahasa Arab dan kedua adalah menguatkan hafalan Al Qur’an dan hadits. Kampus Islam memberikan porsi yang lebih besar dalam penguatan pengetahuan Islam. Mereka melakukannya dengan memasukkan materi turunan Al Qur’an dan hadits seperti Ushuludin, Syariat, dan Muamalat dan dikombinasikannya dengan ilmu modern yang ada seperti matematika, fisika, ekonomi, politik, dan sebagainya.

                Apabila saat ini dikatakan bahwa spesialisasi ilmu adalah penting, maka bukan berarti meninggalkan konsep sosial dan agama sama sekali. Bagaimanapun IQ, EQ, dan SQ harus seimbang. Ada batas minimal penguasaan tiga elemen tersebut. Islam menyediakan pengetahuan berlandaskan moral yang khas seakan mewajibkan setiap umatnya menguasai fundamental agama terlebih dahulu. Fakta yang ada justru penguasaan fundamental Islam yang baik akan mendorong pengembangan ilmu yang ada. Banyak ilmuan seperti Ibn Khaldun, Ibn Sina, Ibn Rusyd dan ilmuan Islam lainnya yang memiliki ketajaman keilmuan. Mereka justru menjadi rujukan teori-teori modern saat ini meski barat saat ini telah menghilangkan konsep keislamannya, bahkan penemunya.


                Gaya hidup Islami di akhir abad 20 ini berkembang sangat cepat. Industri muslim sektor keuangan, makanan, hiburan, dan fesyen menjadi lahan yang menarik untuk mengembangkan Islam sekaligus meraup profit. Oleh karena itu pendidikan saat ini mau tidak mau harus mengadopsi pengetahuan Islam sehingga lulusannya mampu bertahan di tengah derasnya arus persaingan global.
Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)
Merdeka – freedom – Independence day – Futuhat

Sebuah kata-kata yang mirip dengan kenyataan yang ada. Tetapi saya tidak tertarik sama sekali membahas tentang kemerdekaan suatu negara. Sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada negara yang abadi hingga sekarang, tidak ada suku, ras atau sekat-sekat yang manusia ciptakan itu sendiri yang abadi. Eksistensi kemanusiaan hanya ada hingga dunia ini kiamat. Paling tidak selama jasad masih di dunia

Saya suka memulai pembahasan ini dari sisi yang paling idologis dan paling mistis yang bernama Agama. Kemudian satu-satunya agama yang saya percayai adalah Islam. Saya tidak membahas panjang lebar tentang kebenaran Islam, tetapi saya tertarik dengan cerita yang menceritakan tentang kemerdekaan Islam.

Kemerdekaan yang identik dengan kata kebebasan harus dikaitkan dengan pembebasan itu sendiri. Hal ini karena kemerdekaan ada setelah pemerdekaan, begitupula kebebasan ada setelah pembebasan.
Suatu hari ketika Sa’ad bin abi waqash ditanya oleh Rustum sang panglima perang Persia tentang alasan ia datang ke negeri Persia. Sa’ad bin abi waqash menjawab, “Kami adalah kaum yang dibangkitkan oleh Allah untuk membebaskan manusia dari penghambaan kepada makhluk menuju penghambaan kepada khaliqnya semata, membebaskan manusia dari sempitnya dunia menuju keluasan akhirat, dan membebaskan manusia dari kedzaliman agama-agama menuju keadilan Islam.” Mughirah bin syu’bah komandan lapangan dari pembebasan Persia ini ditanya Rustum jawabannya sama. Kemudian Rustum mengecek pasukan yang paling kroco dari pembebasan ini, Ribbi bin Amir, jawabannya sama. Hal ini membuat Rustum takut dan gemetar melihat kesolidan pasukan Sa’ad bin abi waqash ini. Menurut Rustum apabila dari panglima tertinggi hingga pasukan yang paling kroco memiliki visi-misi yang sama maka inilah pasukan yang tidak dapat dikalahkan. Selama ini hanya ada pasukan bertahan yang memiliki visi misi sama, yaitu negara palestina. Mulai dari Ismail Haniyeh hingga tukang sapu di Universitas Gaza memiliki visi misi kenegaraan yang sama. Mungkin inilah calon negeri yang tak terkalahkan. Akhirnya Rustum setelah mengetahui kondisi pasukan Sa’ad bin Abi Waqas ini membagi 300.000 tentaranya untuk menyerang dan melindungi istana kisra hanya bertujuan menahan pasukan Sa’ad bin Abi Waqash yang berjumlah 30.000 orang.

Setelah futuhat ini dilakukan dibelahan bumi arab terbuktilah bahwa konsep futuhat yang dipegang oleh Islam ketika diaplikasikan kemanapun akan memiliki dampak positif bagi masyarakatnya. Nilai futuhat ini sering diterjemahkan dengan indah oleh para sahabat, tetapi pernah juga salah terjemah oleh beberapa generasi berikutnya. NIlai futuhat ini pernah salah diterjemahkan saat menaklukkan kota Andalusia. Islam menguasai Andalusia 800 tahun, dari tahun 700 hingga 1490. Namun yang terjadi disana adalah para rajanya berlomba memperbudak rakyat kulit putih dan rambut pirang dan membangun bangunan yang megah denga tenaga mereka kemudian menyelenggarakan pesta dimana ada kolam diisi khamr dan menyuruh gadis-gadis budak yang telanjang disuruh mandi di dalamnya kemudian para tamu meminum khamr dari kolam itu. Cerita itu diungkap dalam buku Ahmad Thompson, Islam in Andalusia. Oleh sebab itu ketika Aragon dan Castilia menyerang Islam yang di Andalusia seperti menghapus citra baik Islamd dari Andalusia selama-lamanya.

Pengalaman kesalahan Islam kedua juga pernah terjadi di Mughal. Saat itu Islam memerintah India selama 400 tahun. Bahkan saat itu kekuasaan Islam telah menguasai ¾ benua. Satu hal yang disesali karena baru satu yang sadar, yaitu anak Sultan yang bernama Aurangzeb. Saat itu Aurangzeb menangis setelah memenjarakan ayahnya sendiri. Penyesalan itu ternyata dari terlalu cintanya sang ayah kepada seorang wanita yang kemudian mengorbankan kas negara tiga tahun sehingga tidak mampu memberikan pemenuhan kebutuhan mendasar rakyatnya dan 30.000 budak mati hanya untuk Taj Mahal. Saat ini kaum muslim yang tersisa di India hanya 10% saja dari seluruh penduduknya.

Seharusnya sekarang kita bersyukur bahwa proses masuknya Islam kedalam nusantara ini dengan jalur damai dan benar. Begitupun para wali songo dalam mengaplikasikan keislaman dan menjaga penduduk dari serangan penjajah. Pageran Diponegoro yang menguras kas Belanda hanya untuk mempertahankan hak-hak para pribumi saat itulah cahaya menyinari masyarakat Indonesia.

Namun apakah saat ini panji-panji sang pangeran Sa’ad bin Abi Waqash masih dipegang oleh pasukan Indonesia. Tentu tidak karena Indonesia memiliki ideology sendiri. Tetapi kita tidak mampu mengelak kepada fakta bahwa negara tidak akan abadi. Buktinya adalah ketika globalisasi telah digaungkan dunia, saat Anda pergi ke luar negeri, kekeluargaan sudah tidak terbingkai dari suatu alasan asal negara tetapi lebih dari itu, yaitu kesamaan ideology. Tidak perlu kita hiraukan ideology buatan manusia tetapi landaskan di tiap hati para pembaca yang budiman kalimat tauhid sehingga ketika masuk dalam ideology buatan manusia memiliki batas-batas yang ada. Ketika hidup dalam ideology liberalis mampu menjaga harga diri. Ketika hidup dalam ideology kapitalis masih mampu menjaga kasih sayang yang tak terbutakan oleh materi. Hiduplah se-ideal mungkin, tak condong ke kanan atau kiri tetapi masuk dalam keindahan cahaya cinta Islam, suatu komitmen yang patut kita pegang, yang mendinginkan hati ketika gelisah, yang menguatkan asa ketika gagal, dan yang menjelaskan ketika keraguan menghampiri. Yuk satukan visi misi sesuai kaidah syahadat..

#RK4INDO70

Merdeka!
Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)
Ku camkan kata-kata keras itu dalam benakku. Bukan hanya untuk meningkatkan kualitas hidup diri ini, tetapi juga untuk berbagi kebaikan bersama lingkungan. Kata-kata yang membuatku terus ingat akan apa yang kubaca, yang ku dengar, dan yang ku rasakan. Inilah caraku mengabadikan hidupku walau Allah adalah yang Maha Abadi.

Sore itu aku bertemu dengan dosen yang paling menginspirasiku hingga pernah membuatku menangis. Bukan karena kesalahan yang ku buat, tetapi sudah banyak hal yang mungkin membuatnya kecewa. Namun justru nampak ketertarikan beliau atasku..

Sudah beberapa karya kubuat atas bimbingan beliau, beberapa ada yang merupakan hasil torehannya yang “diatasnamakan” ke aku. Namun aku bukan murid yang pandai untuk memahami torehan beliau. Hingga beberapa paper internasional kita buat, namun aku gagal memahaminya. Setidaknya ada efek psikologis yang telah ku pahami bahwa menulis itu adalah suatu kebiasaan dan tools untuk meningkatkan kualitas diri to be educated.. 


Semakin dalam kau membaca sesuatu maka akan semakin baik kualitas konten tulisanmu. Namun bahasa penyampaian dalam menulis juga sangat penting. Tulisan yang bernilai adalah tulisan yang mampu menyampaikan maksud tulisan kepada pembaca. Sedangkan tulisan yang berkualitas adalah tulisan yang memiliki relevansi yang luas. Dua hal ini sudah mampu menggambarkan kualitas penulis.

Ada beberapa kategori seseorang dalam membaca. Ada yang membaca untuk dinikmati. Ada yang membaca untuk dihafal. Ada membaca untuk dipahami. Pada tingkat akademis, membaca untuk dipahami adalah teknik membaca yang harus dilakukan. Setelah memahami filosofinya, terkadang bacaan tersebut lengket kedalam alam bawah sadar hingga menjadi landasan hidup. itulah kenapa membaca itu penting banget.


Begitupun dalam berkreasi. Rumus ATM pada bisnis menjadi kuncinya. ATM adalah Amati Tiru Modifikasi. Bila aku analogikan dengan teknik film making, maka tahap pemula adalah menyontoh karya yang telah ada, kemudian membuat karya menggunakan template, dan pada tingkatan yang mahir ia akan menciptakan karya sendiri berdasarkan gabungan pengalaman yang telah ada. Begitupun dengan keunikan tulisan. Semakin sering kubaca suatu case atau bidang tertentu maka akan semakin banyak hal yang kuketahui, bahkan hingga aku mampu menganalisis bidang tersebut. Keren bukan?



Selain kemampuan menulis, kemampuan menceritakan tulisan juga sangat penting dalam tataran akademik. Hal ini akan menyangkut komunikasi yang akan aku tulis pada tulisan selanjutnya. 



Let's Move Up
Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)
FoSSEI 

Cerita ini dimulai saat aku mencari jati diri yang sebenarnya…

Kuliah Ekonomi Syariah, bukan passion, bukan saran orang lain..

Aku tak tahu arah hidup ini berjalan kemana.. bagai sampah di pasar yang diterbangkan angin, tak memiliki masa depan yang jelas. Tidak ada skill yang kumiliki saat itu, bicarapun seolah berbicara pada diri sendiri. Hanya ada satu jeritan keras dalam hatiku,, Ayo berubah!

Ketika ospek jurusan sedang memanas… ketika orang bego kayak gue maju kedepan memaksa membuka mulut yang selama ini terkunci meneriakkan visi-misi generasi ekis ’12 yang akhirnya turun panggung seperti pecundang.


Namun keberanianku teruji lagi dengan tawaran menjadi komting (red: ketua) kelompok.. Well,, selama memimpin kelompok gue juga banyak begonya, waktu itu gue ga percaya sama diri sendiri. Gue malah dibully sama anggota kelompok gue Yah, cukup tahu aja rasanya jadi pemimpin kudu gimana….

Well, gue akui secara kepribadian gue emang rendah banget. Gue mulai haus kompetensi yang menggunakan “otak”. Alhamdulillah dapet info lomba yang namanya temilreg fossei jatim. Tidak banyak yang tahu sih, tapi memang itu yang kuharapkan. Paling tidak ada yang ku banggakan atas diriku. Setelah berbagai saringan Alhamdulillah gue jadi delegasi untuk mewakili hima ekis unair mengikuti lomba temilreg fossei…

Banyak sekali ilmu ekonomi Islam yang kudapat saat itu. I have to change! Di sana aku menemukan keluarga kecilku. Orang-orang itu tidak begitu familiar di angkatanku, tetapi gue akuin otaknya JOSS banget. Well, tidak banyak informasi fossei yang kudapatkan waktu pembinaan temilreg fossei jatim tahun 2012 itu


Saat laga pertarungan, gue kaget aja. Orang ekis mukanya, muka orang pondok semuaWah mati gue,, mati! Pasti kalah!! Suasana dinginnya malang saat itu mengingatkanku dengan iklim snmptn. Its ok, ini kandang gue! Ini mungkin langkahku “menemukan jati diri”

Singkat cerita gue dan keluarga kecilku itu semua lolos masuk babak semifinal. Yah, kaget juga.. maba langsung bisa membuat temilreg menjadi temilner (soalnya semua semifinalis anak unair). Gue semakin yakin ekis unair adalah paling unggul bidang keilmuannya. Semangat hidup kutemukan disiniUkhuwah pun aku mulai disini melalui kenalan dengan anak Madura dan sebagian anak Kediri. Tetapi kelemahanku adalah tidak mampu menghafal nama orang dengan baik, so I’m sorry for this. Aneh juga rasanya ketika aku telah menemukan teman diskusi yang kusebut keluarga kecil tersebut. tetapi lama-kelamaan gue jadi tambah (keliatan) pinter

Sebelum kuliah kakakku berpesan, perbanyaklah organisasi apapun itu untuk dapet sertifikat biar gampang cari kerja. Yeah, niat gue jadi berburu jabatan. Organisasi yang aku pandang saat itu keren adalah hima ekis. Sepintas orangnya baik-baik dan komitmen dengan ekisnya kuat banget. Apapun gue lakukan buat masuk organisasi itu, gue loyal banget sama kegiatan-kegiatannya. Sampai teman-teman gue memastikan  klo gue pasti diterima….

Namun gue sakit hati setelah ditolak oleh hima ekis pasca tes wawancara dan IQGue down banget, sumpah. Gue jadi mikir kalo gue bakalan jadi sampah yang diterbangkan angin lagi seperti awal aku masuk ekis. Dunia seperti hancur semua…

Tetapi ternyata tidak sedikit orang yang militan dalam memperjuangkan ekis di unair. Ada organisasi unik di unair namanya AcSES. Gak ada satupun orang yang ku kenal disana. Tetapi sahabat gue, imam masuk di sana. Gue melihat imam sangat ramah sekali dengan anggota acses begitu pula dengan atasannya. Mereka bekerja seperti tak ada beban, santai, yang penting heppi. Akhirnya gue mencari tahu, organisasi macam apa itu. SKI bukan tapi kok cocok banget disebut SKI. Tetapi fleksibel dan tidak kalah majunya keilmuan di AcSES dibandingkan hima ekis. Sebelumnya isu-isu buruk tentang citra AcSES mulai ku telan dan aku melihat apa yang ada…

Well, tak ada alasan lagi untuk mengembangkan diri. Waktu itu aku putuskan ikut acses di acara gathering yang bernama be sparkling. Waktu itu aku masuk di semester 2 akhir. Gila! Organisasi ini fleksibel banget.Orangnya ramah-ramah, meski berbeda jurusan tetapi memperjuangkan ekonomi Islam adalah kunci utama kami. Our heart our mind commit to sharia…

Dari lubuk hati terdalam gue belum bisa ikhlas melepas hima ekis. So gue ikutin yang namanya SET (sharia economist training) FoSSEI mewakili hima ekis. Gue heran, acara-acara menarik kayak gini kok sedikit peminatnya. Ya! Sekali lagi rekanku imam dan ayu serta keluarga kecil temilreg lainnya dari acses mengikuti acara ini. Gue mulai paham sedikit apa itu fossei. Kurang lebih hanya forum studi ekonomi Islam yang memiliki struktur dari presidium nasional, koreg, komsat, dan KSEI. Yang bikin menarik gue bukan malah training atau macam upgrading kepribadian, tetapi lomba yang ada disana…

Aku mengenal lbih dalam fossei dari rekan-rekan acses yang sangat terjalin dengan baik dengan fossei dan teman-teman kampus lainnyaKemudian acara fossei selanjutnya adalah temilnas. Gue gak kesaring disana karena cuman 2 tim yang mewakili unair. Jadi gue cuman dapet kabar lwat sms dan fb kalau si imam jadi juara 3 temilnas. Emang anak ajaib ini …

Setelah itu agendanya ada kamnas, gue malah ga dapet kabar apa-apa disini. Padahal aslinya seru beudh. Well, lama kelamaan gue semakin paham apa tujuan acses, hima ekis, dan fossei melalui temen kontrakan gue, bang rahmat. Entah apa yg gue pikirin, apa yang beliau omongkan itu kalo dijalanin pasti meningkatkan kepribadian gue.


Yah, cerita harus berakhir disini. Soalnya judulnya menemukan, and ga usa kepo yak 
Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)

Perbedaan itu selalu ada pada makhluk yang memiliki nafsu. Bagaimanapun itulah kodrat manusia. Perbedaan tidak bisa dihapuskan. Kehidupan berbangsa dan bernegara dapat bejalan karena perbedaan. Hal ini tergantung dengan cara mengelolanya.

Mazhab bhinneka tunggal ika adalah mazhab yang digunakan oleh para pencetus Indonesia untuk menyatukan Indonesia. Bhinneka tunggal ika merupakan kutipan kakawin Jawa Kuno yaitu kakawin sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.

Kutipan tersebut terdapat di pupuh 139, bait 5. Bait ini secara lengkap berbunyi: “Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinneki rakwa ring apan kena parwanosen, Mngka ng Jinatwa kalawan Siwatwa tunggal. Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrawa.”

Terjemahannya: “Konon Buddha dan Siwa merupakan dia zat yang berbeda. Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali? Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran…

Dahulu kerajaan yang dikenal sebagai kerajaan nasional ke-2 sangat menggenggam makna bhinneka tunggal ika ini. Majapahit sangat menghargai masyarakat yang bertuhan karena perkara tuhan adalah perkara kebenaran walaupun berbeda agama.

Filosofi ketuhanan ini begitu mengakar kuat dalam masyarakat kerajaan saat itu. Sehingga ke-bhinnekaan ini mampu digenggam erat ibarat ukhuwah Islamiyyah di timur tengah. Anehnya adalah agama Buddha maupun agama Hindu bukanlah agama samawi, tetapi mampu hidup berdampingan dengan mesra.

Memang, menata penduduk dalam menghadapi kesulitan lebih mudah daripada menata penduduk yang sudah merdeka. Bahkan penulis ekonomi Hitman mengakuinya sendiri. Dia mengatakan bahwa mengusir penjajah lebih mudah daripada memimpin negara, apalagi sebesar Indonesia. Parahnya, sekulerisme lebih nampak di Indonesia daripada di negara Islam yang lain. Sudah terlihat banyak sekali korban pertikaian padahal sesama muslim.

Yang paling lucu adalah pemeluk agama yang takut pada agamanya sendiri. Lantas pedoman mana lagi yang akan dipakai? Kerajaan majapahit sangat mengakui agama sebagai individual power controlling. Nampaknya sudah banyak orang sombong di Indonesia. Menurut Rasulullah, sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan.

Ketika kemerdekaan dikumandangkan, seakan-akan penjajah dalam negeri mulai bangun. Mereka membentuk koporatkrasi dengan jaringan terbesar di dunia. Entah apa yang mereka rencanakan. Membuat anak negeri lupa akan sejarah dan takut akan landasan hidupnya.

Think twice!
Now its our time!
Semua berasal dari perut, nafsu yang tak terkendali. Tidak semua orang harus kaya. Perbedaan itu indah apabila dikelola dengan baik. Pola interaksi kemanusiaan yang baik dan saling menghargai adalah kuncinya. Memegang teguh agama untuk membela kebenaran dan menumpas kejahatan adalah cara Islam menebarkan kebaikan ke seluruh alam tanpa memaksakan kehendak, kecuali memang dipaksa untuk membela diri..

Sumber ekonomi yang dikelola oleh Islam merupakan keindahan yang sejuk. Setiap orang tidak harus menjadi pemimpin, setiap orang tidak harus menjadi ulama. Tetapi saling memahami serta menguatkan tujuan hidup adalah kewajiban antar sesama.

Saat ini sistem yang mengelola perut manusia telah berevolusi setelah menghadapi berbagai badai krisis. Sistem itu adalah sistem ekonomi syariah bukan untuk membunuh para pendeta, biarawan, maupun tuhan-tuhan selain Islam. Tetapi untuk memperbaiki hubungan manusia dengan saling berbagi dan tidak mendahulukan ego masing-masing…
Indonesia jaya, impianku!


Salam, Ekonom Rabbani
Ksatria Airlangga


Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)
Melawan Asa
           
Tidak dipungkiri bahwa dunia yang memiliki sistem terstruktur ini memiliki pencipta, Dialah Allah. Siapapun yang mengikuti aturan-Nya maka dia akan tahu cara menghadapi tantangan dunia ini sehingga mampu lulus untuk menikmati surga-Nya. Namun barangsiapa melampiaskan hawa nafsu semaksimal mungkin melalui aturannya sendiri, ia akan menikmati lelahnya kehidupan di bumi.1

            Sistem Allah yang telah sempurna ini disampaikan melewati umat Islam untuk seluruh alam semesta2. Saat ini sistem yang paling mencemaskan adalah sistem yang mengatur hubungan sesama manusia di bidang ekonomi. Bahkan Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden ke-35 Brazil mengatakan “The third war has already started. It is a silent war.. Instead of soldiers dying, there are children. It is a war over Third World debt, one which has as its main weapon interest, a weapon more deadly than atom bomb, more shattering than a laser beam.”

            Sistem ekonomi dunia saat ini dikuasai oleh para cukong-cukong besar yang bekerjasama dengan sistem keuangan yang ribawi melalui politik internasional, mereka disebut ekonom hitman. Mereka menggunakan kekuatan politik untuk mederegulasi berbagai peraturan untuk mendukung mereka.  Para ekonom hitman ini berdalih bahwa demi kemajuan peradaban manusia, maka berbagai sumber daya harus diserahkan kepada ahlinya untuk dieksplorasi semaksimal mungkin agar menghasilkan output yang maksimal. Ketika ditanya tentang keadilan, mereka berdalih bahwa mereka telah bersusah payah dalam menemukan cara mengolah sumber daya, pantaskah kita menghargai orang yang tak mau berusaha?3 Mereka telah menantang Allah.

            Kami para mujahidin ekonomi Islam memandang dunia ini adalah tantangan bagi kami untuk menebar kebaikan bagi sesama semaksimal mungkin. Bagi kami dunia ini tidak sepenuhnya indah seperti orang kafir memandangnya4. Riba adalah salah satu musuh kami untuk menumpas satanic economic.

            Riba adalah naluri manusia dalam menumpuk hartanya5. Tidak dapat dipungkiri bila nafsu ini terus dipenuhi maka ketimpangan ekonomi semakin lebar, dan inilah masalah utama ekonomi6. Penelitian Reinhart dan Rogoff (2009) dalam buku This Time is Different yang meneliti sistem keuangan klasik hingga modern menyimpulkan tiada yang baru dalam krisis-krisis ekonomi kini. Dengan kata lain “This time is different” hanyalah ilusi7. Mereka mengobati krisis ini menggunakan bunga. Padahal bunga adalah malapetaka krisis itu sendiri.

            Disisi lain, instrumen Zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) adalah instrumen yang sangat dianjurkan dalam Islam. Jarang sekali seorang pemakan riba mau melaksanakan salah satu dari instrumen ini. Padahal Allah akan melipatgandakan sebanyak 10 kali, 700 kali, hingga tak terbatas8. Instrumen ini menjadi penting karena sangat efektif untuk menjembatani antara yang kaya dan yang miskin. Tetapi sebaliknya, peningkatan praktik riba disertai dengan penurunan praktik ZISWAF akan meningkatkan kemiskinan sehingga menambah masalah sosial lain. Oleh karena itu, dosa orang yang tidak membayar zakat adalah dosa terbesar ke-5 setelah syirik.

            Kami para mujahid ekonomi Islam sangat takut akan “bonus” siksaan Allah dari Riba. Riba merupakan sumber dari sifat egois untuk menjadi kaya sendiri. Itulah mengapa dalam kitab dosa-dosa besar yang ditulis Imam Dzahabi, riba termasuk dosa terbesar ke-12 setelah perzinaan sesama jenis. Bahkan dosa terkecil dari riba seperti seorang anak menzinai ibunya sendiri. Sedangkan dosa melakukan riba senilai satu dirham sama dengan melakukan zina sebanyak 36 kali.

            Ketika seseorang melakukan riba maka dia mendeklarasikan perang melawan Allah9. Oleh karena itu, Rasulullah bersabda apabila disuatu tempat yang mewabah praktik ribawi maka Allah membalas paling tidak dengan banyak orang gila disana. Sedangkan apabila di suatu daerah terjadi wabah zina maka disana akan banyak kematian, baik karena bayi yang ditelantarkan atau melalui penyakit seksual. Ini adalah dampak yang terlihat secara kasat mata di dunia. Sedangkan bencana laten yang kita alami adalah sering terjadinya krisis ekonomi yang merusak ekonomi negara.

            Seorang yang melakukan praktik ribawi maka ketika meninggal dunia hingga kiamat nyawanya akan dibiarkan berenang di laut darah dengan dilempari harta-harta yang dikumpulkan saat dia hidup. Kemudian saat dibangkitkan dari kubur mereka tidak bisa bangun melainkan seperti orang gila lantaran kesurupan. Saat di neraka, perut mereka membuncit sebesar rumah yang berisi kalajengking, ular, dan sebagainya. Perutnya menjadi pijakan orang-orang yang dimasukkan ke neraka. Bahkan Rasulullah menyampaikan bahwa seorang pemungut riba tidak akan merasakan nikmat surga. Kalaupun muslim akan disiksa sangat lama di neraka walau akhirnya bisa masuk surga. Ingat kawan, tubuhmu tidak akan kuat menahan sakit di neraka. Satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia.

            Para sahabat sangat berhati-hati dalam hal riba. Rasulullah pernah bersabda bahwa Riba itu adalah segala bentuk keuntungan dari hutang. Menurut Hasan, dia tidak akan makan makanan yang dihidangkan tuan rumah yang memiliki hutang terhadapnya karena Hasan takut bahwa hidangan tersebut adalah riba.

            Lantas perjuangan penumpasan riba di Indonesia adalah melalui bottom-up. Artinya adalah melalui kalangan akademisi, praktisi, lembaga-lembaga keuangan, dan masyarakat, kemudian sektor pemerintahan dan politik. Padahal orang-orang akademisi dan praktisi keuangan memperoleh gaji dari sektor ribawi juga. Seakan-akan kami menjual ayat-ayat kami. Kalaupun kami menggunakan uang riba tersebut untuk bersedekah, bagaikan orang wudlu menggunakan air kencing. Hal ini karena Allah adalah baik dan hanya menerima dari sumber yang baik pula.

            Kami heran dengan masyarakat yang menyukai kebahagiaan yang singkat ini dengan resiko tinggi. Mereka sulit dibawa ke ranah ekonomi syariah. Ada saja yang menghalang-halangi kinerja kami. Yang lebih mengherankan adalah kesadaran mereka ke ekonomi syariah lebih rendah dari orang-orang kafir tulen di eropa. Parahnya, sudah tahu wakil rakyat tidak amanah, masih mau diberi uang untuk menjual masa depannya sekaligus keturunannya. Inilah PR besar bangsa ini. Sudah saatnya bergerak dalam ranah politik untuk melakukan percepatan. Kami bosan dengan inovasi yang di kalangan bawah sedangkan para pemerintah masih berpesta atas hasil pemerasan ibu pertiwi ini.

“Sudah Ada Bank Syariah, kok masih pakai bank konvensional?”
“Sudah Ada Presiden yang Siap Mendukung Islam, kok Masih Mendukung yang Tidak?”

1.                1Betapa sia-sianya segala sesuatu yang diusahakan oleh manusia untuk memenuhi nafsunya tanpa syariat yang benar maka akan tertolak amalannya
2.                2Agama yang pernah Allah turunkan di bumi ada Islam, nasrani, dan yahudi.  Sedangkan Allah menurunkan kitab suci di setiap agama untuk petunjuk hidup setiap manusia. Akan tetapi, di zaman akhir ini yang menjadi Al Maidah ayat 3 disampaikan bahwa pada hari ini telah aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.
3.               3 Ini adalah pernyataan yang menjebak seseorang kepada kapitalisme yang ingin menang sendiri. Padahal zaman Umar bin Khattab tanah yang tidak produktif harus diserahkan kepada ahlinya JIKA ahlinya adil dalam mengolah. Artinya hasilnya akan digunakan untuk kebaikan sosial dan menyebarkan keahlian sehingga tidak terjadi monopoli yang menjerat masyarakat sekitar
4.               4 Secara kasat mata, seorang kafir seperti hidup di dunia tidak memiliki aturan. Mereka memaksimalkan apapun yang memuaskan mereka, padahal itu adalah kesenangan sementara. Tetapi seorang muslim harus dihadapkan terhadap hukum-hukum halal, sunnah, mubah, makruh, dan haram seakan-akan dipenjara di bumi ini. Tetapi itulah kepuasan jangka panjang. (Ali Imran: 197)
5.               5 Harta adalah salah satu dari keinginan manusia, dan ini adalah sifat yang lahiriyah (Ali Imran 14). Namun Riba adalah bisnis keuangan yang paling menguntungkan. Namun mereka tak memiliki hati nurani untuk memberi pinjaman. Mereka berfikir Riba akan menambah harta mereka, padahal tidak. (Ar Rum: 39)
6.               6 Menurut pemikiran mazhab mainstream kelangkaan yang ada saat ini bukanlah kelangkaan absolut. Maksudnya adalah kelangkaan yang terjadi di alam ini adalah karena manusia salah dalam menggunakan kekayaan alam. Dari sini terlihat bahwa kesalahan manusia dalam menggunakan kekayaan alam yang tidak merata akhirnya menimbulkan masalah dasar ekonomi yang ilmu ekonomi konvensional menyebutnya dengan kelangkaan.
7.                7Reinhart, Carmen M, dan Rogoff, Kenneth S. (2008). This time is different: a Panomic View of Eight Centuries Financial Crisis. NBER paper, No. 13882
Dijelaskan pada paper tersebut bahwa krisis berawal dari sebuah monarki yang berusaha mengurangi konten emas atau perak dalam koin mata uang negara untuk membiayai kepincangan anggaran akibat peperangan. Data yang mereka gunakan adalah data 66 negara dalam rentang delapan abad (dari masa krisis di Inggris abad pertengahan hingga krisis sub-prime mortgage AS, 2008). Mereka menyimpulkan, tidak ada yang baru dalam krsis-krisis ini. “We have been here before” tulis mereka.
8.                8Allah akan melipatgandakan kebaikan seseorang 10x lipat (Al An’am: 160). Allah melipatgandakan sedekah seseorang 700x lipat (Al Baqarah: 261). Allah melipagandakan sedekah tak terbatas (Al Baqarah: 245). Adapun hikmah yang lain adalah Allah akan memelihara hambanya dari segala bentuk kekhawatiran (Al Baqarah: 254)
9.                9(Al Baqarah : 279)












Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)
Time is more valuable than money



Oke guys, mulai serius yah…
Kalau diinget-inget, nikmat Allah yang paling berharga, adalah kesehatan. Kesehatan adalah pengisi kehidupan, tetapi waktu adalah tubuhnya.

1.       The World

          Filosifi time is money merupakan filosofi orang kapitalis yang mengaggap semua kehidupan dapat dicukupi dengan uang. Padahal tidak semua harta itu dibawa mati, melainkan harta yang di jalan Allah yang akan menerangi kuburan kita kelak.

          Dunia tidak lain hanyalah jembatan dari alam akhirat ke alam akhirat lagi. Bahasa sederhananya, kehidupan dunia adalah medan persediaan dan persiapan untuk menuju kehidupan akhirat yang kekal sepanjang zaman. Ar-Raghib mengatakan, Kekal adalah terbebasnya sesuatu dari segala macam kerusakan dan tetap dalam keadaan semula.

          Kehidupan di dunia serba terbatas. Segala yang ada di dunia tidak akan mampu memuaskan keinginan manusia. Adapun kebenaran dan keburukan silih berganti bagaikan pergantian pagi dan malam. Semuanya adalah kodrat Allah karena disanalah kita akan diuji. Jadi menurut gue dunia adalah sebuah portal kehidupan yang visinya adalah mengabdi kepada Allah (adz dzariyat: 56), termasuk segala sesuatu kegiatannya karena itu semua akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

          Afwan disini tidak membahas hakikat penciptaan manusia terlalu dalam. Intinya dunia adalah dunia semu untuk membuktikan kepantasan manusia itu akan surga Allah (Al Ankabut: 2-3). Jadi hakikat kehidupan di dunia ini hanyalah laboratorium permainan yang kecil dan serba terbatas. Laboratorium tersebut memiliki banyak tantangan. (Al Ankabut: 64).

          Dunia memang tempat ujian manusia. Tidak semua orang mendapatkan hidayah Allah, maka sangat beruntunglah bagi yang mendapatkannya. Namun akhirat merupakan wilayah absolut kekuasaan orang-orang yang mendapatkan hidayah Allah atas izin-Nya (An Nahl :30).

          Dunia sebagai tempat ujian manusia tentu terdapat suatu perjuangan di sana. Sesungguhnya, hidup dapat dianalogikan sebagai medan perang. Prinsip yang berlaku di sini adalah menang atau kalah, menjadi pemenang atau pecundang. Hadiah yang disediakan pun sangat fantastis. Surga yang abadi bagi pemenang, dan neraka yang kekal bagi pecundang. Namun berperang dengan siapa? Tentu saja berperang dengan setan.

2.       Kehidupan Akhirat

          Oleh karena itu gue pengen mejabarkan sedikit nikmat surga agar rekan-rekan semua tertarik pada surga-Nya. Inilah guys berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga- surga itu. Mereka mengatakan: ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah- buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci, dan mereka kekal di dalamnya.” (QS al-Baqarah: 25).

          Perlu kita ketahui bahwa prosesi di yaumul jaza’ sangat mendebarkan. Saat proses pengadilan seperti orang yang dipengadilan dimana yang dimuka adalah para malaikat (al fajr: 17). Adapun proses pengadilan ini sangatlah mendebarkan. Disana di tunjukkan berbagai perbuatan kita, dan bagian yang paling mendebarkan adalah prosesi pemberian kitab catatan amal kita. Orang yang memperoleh catatan amal dari sebelah kanan akan sangat bahagia karena ia akan diperiksa dengan mudah dan kembali kepada keluarganya yang baik-baik. Sedangkan orang yang memperoleh catatan amal dari sebelah belakang, maka ia akan diikat leherny, dibelenggu tangannya kemudian diseret ke neraka yang menyala-nyala

          Adapun siksa di neraka, itu tidak akan mampu kita bayangkan. Kehidupan akhirat tidak dapat kita nalar sebagaimana manusia primitive berfikir tentang teknologi 5G. Bayangkan saja, bagaiamana beratnya siksa neraka kalau siksa yang paling ringan adalah ketika bara api ditaruh di tumit manusia, maka seketika otak Anda akan matang dan mendidih. Anda tahu kan air yang dimasak oleh istri Anda yang mendidih itu? Bila disana Anda merasakan dahaga maka hanya ada dua pilihan, yaitu air yang sangat panas atau nanah.. Naudzubillahimindzalik, semoga kita dihindarkan dari siksa api neraka tersebut dan yang lebih parah…

          Mengingat akan janji Allah, yaitu surga dan neraka ini akan membantu kita untuk kembali menyadari makna kehidupan ini. Allah SWT memberikan jaminan, Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Ali Imran: 200)

Ini adalah video bagi Anda yang ingin lebih takut akan yaumul mizan nanti..
Bismillah, 




          Wallahua’lam Bisshowab


Semoga kita kelak bisa kembali berkumpul di surga-Nya … امين
Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)
Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

Khoirul Zadid Taqwa LINE: zadidtaqwa zadidtaqwa@gmail.com

LATEST POSTS

  • Peluang, Tantangan MEA 2015
    Sebelumnya apa sih MEA itu? MEA adalah kepanjangan dari Masyarakat Ekonomi Asean. Ini merupakan suatu kesepakatan sebagai bentuk pengua...
  • Hubungan Marginal Cost (MC) dan Kurva Penawaran
    Hubungan Marginal Cost (MC) dan Kurva Penawaran             Pada jangka pendek, perusahaan akan memaksimalkan labanya dengan memili...
  • KEUNGGULAN PERBANKAN SYARIAH SEBAGAI SOLUSI YANG MENGUNTUNGKAN UNTUK PERMASALAHAN EKONOMI
    KEUNGGULAN PERBANKAN SYARIAH SEBAGAI SOLUSI YANG MENGUNTUNGKAN UNTUK PERMASALAHAN EKONOMI INDONESIA Bismillahirrahmanirrahim Kem...
  • Prospek, Pasar, dan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Ekonomi Islam
    Prospek, Pasar, dan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Ekonomi Islam   Untuk Anda yang baru memasuki dunia ekonomi Islam mungk...
  • Apa sih Deliberate Practice ( gue singkat DP) ?
    Great performance is more valuable than ever — but where does it really come from? -Geoff Colvin- Kali ini gw bakal ngenalin konsep belajar ...
  • Upah Buruh dalam Perspektif Islam
    Intinya curhatanku pas ngerjain study case ... ini Videonya Upah Buruh, Sebuah Telaah dalam Perspektif Syariah Bismillahirrahmani...
  • Kebijakan Ekonomi Pemerintah Pascadepresiasi Rupiah 10 %
    Terdepresiasinya rupiah hingga 10% telah terjadi pada Hari Kamis 22 Agustus 2013. Hal ini mengakibatkan harga dasar untuk 1 US Dollar s...
  • Lahirnya Perusahaan Multinasional dan Pasar Modal Pertama di Dunia
            Gambar:  pasar modal amsterdam  Ya, perusahaan yang saya maksud di atas adalah bernama Verenigde Oostindische Compagnie ...
  • Ramadhan Mencegah Efek Buruk Kejahatan Laten
    Beberapa hari yang lalu sebuah ledakan bom telah menghantam kota Manchaster dalam konser Ariana Grande. Bom tersebut mengakibatkan seti...
  • Logika Memahami Ekonomi Islam, Started from The Sleeping Giant
    Indonesia itu surga bagi dunia. Kekayaan melimpah, masyarakatnyapun juga ramah, tetapi masih lemah. Orang luar negeri menyebut Indonesia...

Categories

  • Economics
  • Islamic
  • Islamic Economics
  • Others

Advertisement

Research | Travelling |Video Editting | Video Maker
Powered by Blogger.

Labels

  • Economics ( 23 )
  • Islamic ( 2 )
  • Islamic Economics ( 9 )
  • Others ( 23 )

Ads

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Copyright © 2016 Goresan Tinta Zadid. Designed by OddThemes & Blogger Templates