• Home
  • Economics
  • Social
    • Facebook
    • Instagram
  • Gallery
  • Pearl of Life
  • Wisdom
  • Contact Us

Goresan Tinta Zadid



Pasang Surutnya Iman

Para ulama mengatakan bahwa Iman itu kadang sangat baik. Akan tetapi kadang melemah. Hal ini secara umum disebabkan karena perilaku manusia itu sendiri. Ketika iman manusia naik tentu disebabkan oleh semakin dekatnya ia kepada Allah. Namun seseorang akan turun imannya ketika dia bermaksiat sehingga ia menjauh dari Allah.

Adapun deskripsi dari faktor-faktornya adalah sebagai berikut:
Faktor bertambahnya iman:
1.  العلم الشرعٍ (Ilmu Agama)
Orang yang beriman adalah orang yang apabila mendengar nama Allah, maka bergetarlah hatinya, apabila dibacakan Al Qur’an maka bertambahlah iman mereka kepada Allah. Sehingga dapat dikatakan bahwa mengenal Allah adalah langkah awal mengenali iman. Kemudian menambah ilmu agama dengan cara membaca dan mempelajari Al Qur’an dan As Sunnah maka seiring bertambahnya pengetahuan kita semakin bertambah pula keimanan kita.
Akan sangat baik memfokuskan pada tauhid asma wa sifat. Disana merupakan dasar akan percaya kepada Allah. Sehingga ketika kita membaca Al Qur’an dengan tingkat kepercayaan kepada Allah tinggi, maka tidak akan sulit untuk mengamalkan syariat serta ilmu yang kita peroleh. Oleh karena itu hamba Allah yang paling beriman kepada Allah adalah orang yang mengerti Allah dan Rasulnya melalui Al Qur’an dan As Sunnah.

2.  Pengetahuan tentang Sejarah Kehidupan Nabi
Allah pernah berfirman yang artinya maka ceritakanlah kepada mereka (hambamu) cerita para nabi yang terdahulu. Hal ini merupakan gambaran para nabi dalam menjaga imannya. Bahkan pada sulitpun sehingga dalam Al Qur’an dikatakan pula bahwa sesungguhnya Aku (Rasulullah Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak. Oleh karena itu, sebagai tauladan hendaknya kita meniru Beliau yang dalam kehidupannya terdapat nilai-nilai kehidupan yang tinggi.

3.  Merenungkan Kekuasaan Allah
Sesungguhnya di bumi terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang mukmin. Disini diterangkan bahwa kita disuruh untuk berfikir tentang penciptaan bumi dan kedahsyatannya. Sungguh setiap peristiwa aka nada hikmahnya apabila manusia berfikir. Bahkan supernova yang baru ditemukan abad 20 ini telah tertuliskan dalam surah Ar Rahman yang membuktikan kekuasaan Allah yang sangat besar.Dengan begitu kita akan senantiasa berdzikir kepada Allah

4.  Beribadah kepada Allah
Beribadah kepada Allah merupakan wujud dari sikap taqwa. Sikap taqwa merupakan implementasi dari iman sehingga dengan melakukan yang disuruh oleh Allah dan menjauhi segala larangan-Nya maka akan bertambah pula keimanan seseorang.
Seperti pada bulan Ramadhan, bulan yang penuh kesempatan beribadah. Pada bulan ini keimanan seseorang merupakan puncaknya yang tidak setinggi bulan lain.

Faktor Menurunnya Iman:
A. Faktor dari dalam:
1.  Kebodohan
Kebodohan dalam melakukan sesuatu karena memiliki landasan yang tidak kuat merupakan hal yang sangat bahaya. Bahkan kebodohan yang demikian akan berlanjut dengan kebodohan yang berikutnya, yaitu kebodohan akan akibat. Banyak sekali manusia mengumbar nafsunya sehingga lupa dengan akibatnya, ini merupakan tindakan yang bodoh.

2.  Lupa
Allah bersabda sesungguhnya kami kebanyakan memasukkan jin dan manusia ke neraka karena mereka memiliki hati tetapi tidak untuk hal yang baik, mereka memiliki mata tapi tidak untuk melihat kebenaran, mereka memiliki telinga tetapi tidak untuk mendengarkan kebenaran, sungguh mereka lebih buruk daripada binatang ternak. Karena mereka lalai atas apa-apa yang telah Allah katakana dalam Al Qur’an, lalai akan yang dikatakan Rasulullah.

3.  Kemaksiatan
Sungguh segala kemaksiatan akan menurunkan keimanan. Karena keimanan dan kemaksiatan merupakan sebuah sisi yang sangat berbeda sehingga ketika kita memperkuat salah satunya, kita akan masuk ke salah satu sisi tersebut. Walupun sedikit demi sedikit, apabila kita tidak segera bertaubat, maka iman akan lenyap. Naudzubillahimindzalik

4.  Nafsu Buruk
Merupakan sunnatullah bahwa setiap jiwa memiliki potensi untuk berbuat buruk lebih besar daripada berbuat yang baik apabila kita tidak memiliki penahannya. Maka penahannya adalah syariat Islam yang berupa Al Qur’an dan As Sunnah

B.  Faktor dari Luar
1.    Godaan Setan
Sesungguhnya setan mengajak manusia untuk berbuat keji dan munkar serta menjauhkan manusia dari Allah karena kebodohannya. Oleh karena itu Allah berfirman
وَلَا تَتَّبِعُ خُتُواتِ الشَّيْطان, اِنَّهُ لَكُمْ عَدُوُّمُبِيْن
Artinya: dan janganlah kalian ikuti (ajakan) setan, sungguh dia adalah musuh yang nyata bagimu.

2.    Gemerlapnya Dunia
Kejahatan bukan hanya karena diri seseorang tetapi adanya kesempatan yang mendukung terjadinya kejahatan. Inilah lingkungan yang sungguh mewah, harta yang banyak, serta kesempatan-kesempatan yang semakin longgar untuk berbuat keburukan. Apalagi di zaman sekarang. Oleh karena itu kita senantiasa ingat akan surat Al Humazah tentang distribusi harta. Karena sesungguhnya harta itu adalah fitnah (ujian).

3.    Lingkungan dan Sahabat
Pepatah Arab mengatakan bahwa sahabat bisa menarik sahabatnya kedalam keburukan atau kebaikan. Selain itu Rasulullah pernah berkata yang intinya sahabat bisa menentukan agamamu, maka tentukanlah sahabatmu sebelum dia menentukan agamamu.
Selain seorang sahabat yang selalu menjadi teman dekat yang selalu menjadi teman yang memiliki ideology yang sama, lingkungan amatlah berperan. Lingkungan lambat laun akan mempengaruhi kehidupan keseharian Anda yang kemudian akan menjadikan suatu kebiasaan bahkan menadi budaya Anda.
Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)

          Kepercayaan seseorang kepada orang lain atau benda berdasarkan karena memiliki nilai tertentu. Nilai ini terbentuk atas dasar cara berfikir seseorang. Adapun dasar nilai yang dimiliki seseorang tergantung dengan apa yang menjadi pedomannya. Bisa saja seorang pengusaha ketika menghadapi sebuah permasalahan mereka menggunakan cara yang sama dengan waktu sebelumnya. Kesimpulannya, nilai yang dimiliki seseorang ini bersifat subjektif, tetapi secara umum kepercayaanya bisa dijadikan keadaan relatif.
          Dalam dunia politik modern, banyak sekali masyarakat yang sudah melek teknologi. Tidak sulit bagi mereka untuk selalu meng-update informasi dari media elektronik. Dari beragamnya media - mulai dari yang cetak hingga yang paling modern – juga menciptakan berbagai nilai yang mempengaruhi kepercayaan masyarakat. Singkat cerita, masyarakat modern sangat sensitif terhadap informasi sehingga mampu mempengaruhi kepercayaan mereka terutama dalam berpolitik.

The Powers
          Sebagai contoh, peristiwa pereknomian Amerika pada saat pemerintahan Clinton menginginkan pengurangan defisit neraca. Menurut teori ekonomi, apabila suatu neraca perdagangan yang awalnya defisit kemudian ditekan menjadi surplus, maka dampaknya akan lebih buruk. Analisisnya, apabila defisit dikurangi, maka konsumsi berkurang sedangkan pajak akan tinggi. Konsumsi yang berkurang dan pajak yang tinggi akan mengakibatkan kelesuan dalam perekonomian sehingga dampaknya justru pemenuhan kebutuhan akan sangat terbatas. Hal ini sudah buruk, ditambah lagi dengan pajak yang sangat memberatkan. Tentu ini tidak masuk akal.
          Akan tetapi bagaiamana bisa pemerintahan Clinton keluar dari trade off ini. Jawabannya adalah dengan memberikan asymmetric information kepada masyarakat. Hal ini tentu akan membangkitkan kepercayaan masyarakat bahwa ekspektasi return dan profit yang akan didapatkan kemudian besar. Akhirnya mereka masih berbondong-bondong melakukan investasi sehingga menggairahkan perekonomian lagi. Dengan begitu 16 juta lapangan pekerjaan tercipta dalam 8 tahun.
          Memang sebuah kepercayaan membuat logika kita menjadi mati. Seperti cinta pertama, ketika semua orang bilang bahwa pasangan kita jelek, kita tak peduli dengan apapun yang mereka katakan. Tetapi faktanya kepercayaan meemiliki batasan. Kepercayaan memang diawali dengan bukti yang memuaskan, tetapi ketika hasilnya mengecewakan kita akan menyesal.
          Menurut survey, tingkat penyesalan seseorang berbanding lurus atas dalamnya rasa kepercayaan yang diabaikan. Tingkat kepercayaan yang tinggi disebut cinta. Tentu apabila kita sudah diabaikan oleh yang kita cintai kita pasti akan merasa menyesal bahkan marah. Sesuai dengan kodrat manusia, ada tiga hal yang menjadi ujian cinta manusia, yaitu wanita, harta, dan kedudukan. Mereka tidak ada yang sempurna, mereka pasti pernah mengecewakan kita bahkan kita sudah melakukan yang terbaik sekalipun. Tetapi kepercayaan yang paling hakiki adalah percaya kepada الله. Yang maha sempurna.
          Kepercayaan yang salah akan berujung kepada penyesalan yang mendalam. Kepercayaan kepada hal tak pasti akan menimbulkan keraguan. Begitupun ketika kita egois untuk selalu mengutamakan kepentingan kita sendiri, kelak semua orang akan tahu kebusukan kita sehingga kelak mereka akan meninggalkan kita.

The Highest Level of Faith
          Setiap hari kita selalu dihadapkan kepada masalah, baik itu bersifat rutin, maupun masalah yang bersifat mendadak. Masalah rutin kita adalah bagaimana kita memenuhi kebutuhan pokok kita. Kemudian kita menggunakan uang sebagai alat untuk bertransaksi untuk mendapatkan yang kita butuhkan. Uang saat ini dipercaya sebagai uang kepercayaan. Sehingga mereka sangat menyanjung harta, bahkan hingga terlihat sangat kikir. Yang terparah ketika mati hartanya dibawa ke liang lahat. نَعُذُ ب للهِ مِنْ ذ لك
          Namun apakah kepercayaan yang seperti itu benar?
          Dalam memutuskan sesuatu kita membutuhkan teori secara logis. Selain itu, kita juga bisa memutuskan sesuatu berdasarkan intuisi. Kemudian yang terakhir adalah menyerahkan semuanya kepada الله.
          Ada kalanya sesuatu itu bersifat pasti, selalu konstan. Setiap masalah memang harus diselesaikan, tetapi apakah caranya efisien dan efektif? Sebuah aspek yang paling rumit adalah aspek moral. Sulit sekali mengetahui motif seseorang dalam melakukan sesuatu. Begitupun dengan teori. Sebuah teori yang tidak menyentuh kepada moral yang hakiki akan salah dalam menjawab permasalahan.
          Experience is the best teacher. Seorang senior memang lebih bijak dalam mengambil keputusan karena memiliki pengalaman yang lebih banyak daripada bawahannya. Tetapi belum tentu pengalaman itu berlaku hingga saat ini. Perubahan dunia yang cepat tidak bisa selalu mengikuti pengalaman yang sudah kadaluarsa. Tetapi orang yang bisa melihat pengalaman dengan pemikiran yang luas dan mendalam itulah yang bisa merancang masa depan. Sehingga orang yang seperti ini memerlukan ilmu pengetahuan untuk menganalisisnya. Oleh karena itu, orang yang bisa menggabungkan ilmu pengetahuan dengan pengalaman adalah perencana masa depan yang baik. Tetapi sekali lagi ini masih belum bisa mengatasi variabel yang sulit, yaitu moral.
          My Life My Rules. Merupakan slogan orang-orang liberal yang mengumbar nafsunya. Tetapi sebagai orang yang mengakui adanya Tuhan maka kita harus mengubah slogan itu menjadi my life my action with الله rules. Banyak masyarakat religious mengakui percaya kepada Tuhan, tetapi no action. Bahkan dalam beraktifitas mereka tidak mendasari perilakunya dengan tauhid sehingga ada dua kesalahan, mereka kurang percaya diri atau malah mengumbar nafsunya. Oleh karena itu, kepercayaan selalu berkaitan dengan keikhlasan. Ikhlas terhadap hasil atas kebiakan yang telah kita lakukan. Ingat الله maha tahu atas segala sesuatu tentang kita, masa depan kita. Sehingga usaha kita pasti tidak akan sia-sia.
Padahal setiap umat beragama memiliki pedoman hidup masing-masing yang disebut dengan kitab suci. Kitab suci ini banyak membahas tentang sosial daripada yang eksak. Inilah jawaban yang paling rumit yaitu tentang moral dan aspek yang tak terlihat lain. Sehingga orang yang mampu melihat masa depan bahkan kehidupan setelah mati sekalipun adalah orang yang berpedoman kepada yang dia percayai, yang tidak mengabaikan moral, kemudian menggabungkan dengan ilmu pengetahuan berdasarkan hal yang empiris.
Wallahua’lam
Wrote by الخىر الزادد التقوا (Khoirul Zadid Taqwa)
Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

Khoirul Zadid Taqwa LINE: zadidtaqwa zadidtaqwa@gmail.com

LATEST POSTS

  • Hubungan Marginal Cost (MC) dan Kurva Penawaran
    Hubungan Marginal Cost (MC) dan Kurva Penawaran             Pada jangka pendek, perusahaan akan memaksimalkan labanya dengan memili...
  • Upah Buruh dalam Perspektif Islam
    Intinya curhatanku pas ngerjain study case ... ini Videonya Upah Buruh, Sebuah Telaah dalam Perspektif Syariah Bismillahirrahmani...
  • Kebijakan Ekonomi Pemerintah Pascadepresiasi Rupiah 10 %
    Terdepresiasinya rupiah hingga 10% telah terjadi pada Hari Kamis 22 Agustus 2013. Hal ini mengakibatkan harga dasar untuk 1 US Dollar s...
  • Peluang, Tantangan MEA 2015
    Sebelumnya apa sih MEA itu? MEA adalah kepanjangan dari Masyarakat Ekonomi Asean. Ini merupakan suatu kesepakatan sebagai bentuk pengua...
  • KEUNGGULAN PERBANKAN SYARIAH SEBAGAI SOLUSI YANG MENGUNTUNGKAN UNTUK PERMASALAHAN EKONOMI
    KEUNGGULAN PERBANKAN SYARIAH SEBAGAI SOLUSI YANG MENGUNTUNGKAN UNTUK PERMASALAHAN EKONOMI INDONESIA Bismillahirrahmanirrahim Kem...
  • Prospek, Pasar, dan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Ekonomi Islam
    Prospek, Pasar, dan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Ekonomi Islam   Untuk Anda yang baru memasuki dunia ekonomi Islam mungk...
  • Lahirnya Perusahaan Multinasional dan Pasar Modal Pertama di Dunia
            Gambar:  pasar modal amsterdam  Ya, perusahaan yang saya maksud di atas adalah bernama Verenigde Oostindische Compagnie ...
  • Apa sih Deliberate Practice ( gue singkat DP) ?
    Great performance is more valuable than ever — but where does it really come from? -Geoff Colvin- Kali ini gw bakal ngenalin konsep belajar ...
  • Usaha dengan Profit Oriented
    Analisis Usaha dengan Profit Orinted dengan Perspektif Manajemen dan Islam Sebenarnya tulisan ini adalah tanggapan saya dari kata...
  • Ramadhan Mencegah Efek Buruk Kejahatan Laten
    Beberapa hari yang lalu sebuah ledakan bom telah menghantam kota Manchaster dalam konser Ariana Grande. Bom tersebut mengakibatkan seti...

Categories

  • Economics
  • Islamic
  • Islamic Economics
  • Others

Advertisement

Research | Travelling |Video Editting | Video Maker
Powered by Blogger.

Labels

  • Economics ( 23 )
  • Islamic ( 2 )
  • Islamic Economics ( 9 )
  • Others ( 23 )

Ads

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Copyright © 2016 Goresan Tinta Zadid. Designed by OddThemes & Blogger Templates